TANPA

Tanpa

Ada yang berjingkat gila keluar dari diam yang suam. Tak berbagi, senyap merapatkan kelamin bersama bibir terkatup. Di suatu kenangan begitu halus mengerat napas. Tak bisa tertahan berdalih rindu. Duh! Tubuh sepi merapat memanjang kelok tak bertepi. Mematuk yang seolaholah ada. Dibalik waktu saat tubuh merapat lekat di bibir ranjang kelam. Satu nama disebut. Ingin. Suatu rasa ingin yang tak berkesudahan itu lepas. Yang kembali berkeliat menciptakan persetubuhan. Antara napsu dan daya kesekian kali.

Sebatang rokok setia menuju kebisuan senja. Baranya menyudut meletak gelora, menghangatkan liang. Asapnya lepas dibalik ayunan kelambu, mencari ketinggian pijak ketika puting menegang diremas cemas. Ketanpaan, pipi merona memanggilmu dari kebekapan dengan nafas tertahan. Kebekuan memeluk angin, menyiasati rindu akan ingin yang tak mengalihkan ruang temu, ketika bersenggama sanggup menempatkan benak dan biduk keentahan.

Ada yang berjingkat gila keluar dari diam. Biarkan hening menjebak senggama yang singkat. Lumpuh. Tanpa kamar. Tanpa tubuhmu. Satu nafas lemah. Satu nafas puas. Sedangkan bara sepertinya tak peduli atas waktu dan ruang secara bersamaan.

Adalah aku diam bermasturbasi.


Josephine Maria
Jakarta, 26.11.2012

~ oleh ranahaksara pada November 25, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: