RUANG















Ruang tanpa sekat.
Ada tawa mengguyur melalui selangkang beratap anyaman angin. Getar bernyali mengarah jauh dari nafas kamar. Jauh dari bingar tak tik mesin dan tak tuk sepatu. Ruang lembab dengan kelambu liur penada penat. Dinding telinga hanya mendengar tepukan nyamuk. Tak ada aba-aba. Seperti menambal kain percah agar tak berlalu meratap angin. Disampingku, hawa tak bernama meremas landai putingku. Seakan memberi tanda rasa sebelum melayang untuk kesekian. Senggama sepintas yang sepi lekuk.

Jam mengetuk waktu tanpa kenal musim. Tawa menjuntai bait-bait puisi sebelum fajar. Sekat berongga, mengerak kisah beranak cucu hingga lembah menjamur misteri. Lidahku jatuh mengulum isi bibir yang seluas kamar. Liur menitik, titik. Rasa itu dekat, otak dan hati bukan kelamin yang mendekap bayangan rimba. Roboh menunggu dikoyak bahasa seakan melompat-lompat seperti ada api. Pernah napsu berkata; ‘butuh semalam membangkitkanmu, dan akan kembali terulang…’

Kamar, nafas dan lidahku menggagaskan cerita tubuh sepi.



Josephine Maria
Jakarta, 15.03.2012

~ oleh ranahaksara pada Maret 19, 2012.

3 Tanggapan to “RUANG”

  1. suka🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: