Membaca

aku membaca Susy Ayu 'SENDIRI'

SENDIRI
oleh; Susy Ayu
04 Mei 2010

tak ada yang lebih indah dari warna jingga pada senja
walau kirimkan geletar di beranda
sekaligus sepi yang mengerubung
seperti serangga yang membaur sulit untuk dikenali

aku masih bertahan di sini
letakkan harapan pada sendi pelana yang berkembang
memecah kenari, membuat kapal
maka manusia mencipta peradaban
di mana kita seharusnya punya jutaan cara untuk saling menghangatkan

tapi tak ada siapa siapa di sini
selain ranjang dan kulkas yang kosong
membakar kesadaran seperti makanan yang masam
hingga satusatunya suara yang terdengar
adalah degup jantungku sendiri
****


SENDIRI, puisi pertama yang aku baca lagi, Tepatnya tanggal 19 Juni 2010 di TIM PDS HB. Jassin – Jakarta Pusat. Bedah Buku dan Launching Buku Tunggal Susy Ayu RAHIM KATA KATA.
Bebaskan berekspresi melalui tutur kata dan gaya pribadi yang kita miliki bisa mewakili arti seni itu sendiri.

Thanks u mba Susy Ayu
salam dalam doa
==============================================================

membaca sendiri puisiku 'JAKARTA'

JAKARTA
Josephine Maria
Jakarta; 20 Juni 2010

Ja kar ta
itu loh Jakarta
metropolisnya bosbos besar
orang hebat berpenampilan mewah
sibuk berdasi mencekik leher sendiri
dengan lapangan pekerjaan yang minim

itu loh Jakarta
kota padat penduduk akibat urbanisasi
lalulalangnya biskota angkot kopaja bajaj
yang jalurnya terpotong oleh busway
hingga berjubel diantara mobil pribadi
membuat arus kemacetan di jalan raya

itu loh Jakarta
dengan gedunggedung pencakar langit
yang dibangun diatas tanah sengketa
dikelilingi tatanan taman kota
dari penggusuran paksa perkampungan kumuh
dan membuangnya, jadi sampah dipinggiran kota

itu loh Jakarta
pusatnya mallmall, rekreasi dan hiburan malam
dari lapaklapak pasar tradisional yang sengaja dibakar
dibangun direnovasi dan wajib bayar sewa

itu loh Jakarta
yang penghijaunnya dipusatkan di kota saja
namun ketika musim penghujan tiba
kota tenggelam, sungai ciliwung jadi kambinghitam

itulah wajahwajah Jakarta
wajah gemerlapnya ibukota hanyalah topeng
atas keburaman janji dan bualan Jakarta, yang

mengalir dan bermuarakan tangisan para korban penggusuran
****


membaca ketika PESTA SENI SASTRA BULUNGAN tanggal 27 Juni 2010. Gedung Auditorium Pemuda Bulungan.
Duet bersama sahabatku Jack Arya, ia membaca puisinya sendiri LAPAR. Kolaborasi yang mantab..dengan gaya teaterikalnya Jack. Sedap!!
thanks u Jack. sukses selalu
=============================================================


Josephine membaca Adhy Rical 'KUTANG PANCARA'

KUTANG PANCARA
Oleh Adhy Rical
Laosu, 2010

kutunggu engkau di pancara
melewati sungai konaweha
perempuan pasir menyimpan pokea di kutangnya
jangan takut tenggelam
kita buka dengan kancing baju
agar keringatmu menderas

sudah lama mengail dakimu apung
tapi tak pernah tenggelam lelah
belum bisa mengeja titahmu tatih
padahal kau memanggilku lelaki air
setelah menyelam dalam tangis anakmu
apakah aku mirip perempuan batu menangis?

kutunggu engkau di pancara
menjadi bilalmu
dan dayung masa tuamu
apakah engkau akan datang kutangku?

kutang yang engkau titipkan padaku
sudah kupenuhi beras
kau tak perlu memelas
dua tiga lelaki mendayung tubuhmu

[]

pancara: rakit kayu
pokea: kerang sungai

****


bersama Jack Arya ketika Reboan Wapres pada tanggal 30 Juni 2010. Jose membaca puisi Adhy Rical KUTANG PANCARA, dan Jack membaca puisi Jose DUA RUPA YANG TERLUPA

thanks u Adhy, karena di perkenankan untuk membaca salahsatu puisinya yang aku suka.. klik; Josephine Maria “Membaca” Adhy Rical
sukses selalu. salam
GBU
===============================================================

membaca 'Susy Ayu'

NGAMBEK
Oleh;  Susy Ayu
April 2010


ponsel bergetar

pesan pesan pendek berlaporan “delivered”
bisu saja kemudian

tidaaaaak!!..pipa, sayang aku ga siiiii?
diam

sayang, jangan marah
diam

pipaaaaaaaa..!!!!
diam

pipa, hatiku kehausan, bikinkan aku puisi, aku cuma suka puisimu
diam

pipa gak sayang aku ya?
diam

pi..pa..
diam

pipa tega deh sama aku
diam

pipa, kamu tahu cuma puisimu yang aku kagumi
diam

pipa, kalo kamu dekat, udah aku telanjangin kamu
oh terjawab
kamu ga sayang aku ah

pipa, aku cinta mati!
terjawab lagi
sekarang aku mau ngebut kerja lagi. doain ya? I Love U.

horeee!! doaku untuk mu pipa, I Love U
diam

tapi aku lega

pipa gak jadi marah
***


aku bacakan di acara Bedah Buku RAHIM KATA-KATA di Universitas Pakuan – BOGOR.  Sabtu 31 Juli 2010.
===============================================================




Malam Sepotong Harapan – Jejak Sandi
Hujan Dalam Doa – MH Poetra
Menanti Pesan dari Surga – Vicky Zulkifli Rauf

aku bacakan bersama sahabat panggungku Jack Arya saat Launching KENANG SEBAYANG
Antologi Puisi Lekas
, Minggu 01 Agustus 2010.
TIM PDS H.B Jassin. Cikini Raya – Jakarta Pusat

================================================================


Membaca Puisi Nana Sastrawan, IBUKU PEREMPUN GILA.
pada kumpulan buku puisinya KITAB HUJAN,
Duet dengan Jack Arya..sahabat membacaku di Panggung.

REBOAN WAPRES. Bulungan;
25 Agustus 2010
.

Memperingati Kemerdekaan,
Ramadhan dan setahun wafatnya
si Burung Merak WS. Rendra.

================================================================


2 Tanggapan to “Membaca”

  1. sepintas membaca, kagumpun mulai berdecak, menggenang, tinggal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: