Berkaca Membaca Bayang [2]


adalah bayangan yang maya karena tersamar diam menusuk mata. mencucuk hidung. bergidik lepas luruhkan sepenggal kisah. aku teringat bayanganku sendiri yang tak sanggup saling bertatap. sayup bergerak ingsut gamang remang seusai jemu bersetubuh terang. jilatanjilatan api mentari menghisap kulit ke coklat tua. menyentuh bibirku yang sedang menikmati mariyuana sembari merayu maya agar nampak dan kembali kugenggam menjadi kawan dalam secawan mimpi.

janganlah kau sembunyikan langkah kesepianku yang mondarmandir sepanjang jalan tanpa rambu. menjadikan aku asing menghayati sendiri di antara seluklekuk arah berlawanan waktu. yang mengendap simpulkan anak bias, membiarkannya tertegun menggeliat katakata tanya. nasib sepertinya beringsut pasrah sebelum tersadar. memadat seputung mariyuanaku yang baru kuhisap selepas maghrib. asapnya sempat melenakan sekitar ketika bibirku dilumat mata uang. bias itu memantul keremangan untuk kesekian kalinya beraroma.

bayanganku yang maya terbaca isyarat setelah melewati sungai waktu. mulai menua tandatandanya menyikap alum. memecut ingatan. gemeretak diam menjamah kelamin. menyingkap selingkup pekat. adakah bayangan itu bisa kau kebiri sebelum subuh, saat azan menyapa? dan kau pun berhamburan dari suatu perselingkuhan. yang kemudian, aku dan kau saling berkaca…




—————————————
-Jakarta; 03-02-2011-
JM



klik untuk Berkaca Membaca Bayang [1]

~ oleh ranahaksara pada Februari 3, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: