Luka Laku Kota [sajak merangkak malam]

















di puncak keremangan kota yang tertata
kerap mengerjap
menyusup cahaya pandang tuan atau puan
o gairah
o darah
gairah musim menggoda dada
darah candu senggama sulur kesiur
semakin meleceng padangpadang terlarang
menguruk liang sembunyikan lukaluka kota
ketika madahmadah lirih mendesah resah
di sudut waktu, sorot mata memintir getir

tuan malam diamdiam menjinjing jantung
saling berpandang
takkala mucikari mengajukan sederet potret
o gairah
o darah
gairah musim menggoda dada
darah pecandu sulur kesiur
menghangat sebelum menjalar ke kamar
saksikan ujung puting terlantar sebentar
menyapa penis yang gelagap mengedap
di kota tua, kelamin terhampar dengan sadar

engkau pun tahu, ramburambu kota bertanda seru
daratan berakar mesum nasib berseteru
memahat mimpi dari lubuklubuk perawan
hendak disingkap di malam yang rawan
melindap sunyi sebelum rekah mentari merayu pulang



—————————————-
-Jakarta; 24-01-2011-
JM

~ oleh ranahaksara pada Januari 24, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: