Lembah Kupu-kupu [sajak merangkak malam]






















ada yang mengendap di tiap pusaran suhu
sekelebat gemetar memancar hasrat
mengada bisikbisik bilik begitu hambar

antaranya pengelana malam berjingkat
di punggung senyap menyingkap liar
lenggang memadat mengerat kelam

seketika malam kota menjelma lapak aurat
menegaskan rimba yang rimbun kupukupu
menyembul malumalu menerawangi lembah

pemburu menahan gentar membidik umpan puan
dengan angin tawar debar menguapkan nafsu
saat jangat bergumul pinggul para pelacur

angin datang tanpa gaung memburu sapa tuan
menikmati nafas yang lepas dari sepasang bukit
sebelum lembah gegap merayap ular



————————————–
-Jakarta; 24-01-2011-
JM

~ oleh ranahaksara pada Januari 24, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: