Sebuah Nama yang Berbingkai Cahaya Penuh

: untuk sebuah nama yang tak akan pernah luput disebut. walau di uzurnya menyisakan remang senja.

Aku memandang jauh.
Melepas lembaranlembaran angan
yang melayang bersama angin membentuk kabut.
Kubayangkan segurat wajah berbingkai cahaya penuh,
laun mendekat lekat ke dinding kalbu rindu.
Jemariku kaku mengadu, kabut membeku.
Ada wajah ibu membekap gigil dinding hening
cemas menahan jerit dihujam derit anakjaman
yang disimpannya dalamdalam membentuk keriput.
Dipanggulnya beban itu serupa salib, menetap tegar tuju ke araharah kehendakNya.
Ibu!
Ibu!
Mataku mengadu rindu.
Mengingat rumah di dalam perut ibu.
Rindu beranjak pulang menuju puting ibu.
Mengadu ampun sujud di bawah kakimu.
Ibu!
Ibu!
Mataku masih ingin mengadu tanpa batas katakata
Tanpa batas bernaung memanggil ulang kenangan.
Masih. Tanpa menyusun kata yang berserakserak dalam diam yang panjang.
Aku rindu mendekap kabut ibu dalam ruang yang berjarak.


: selamat hari ibu 22desember
bagi seluruh ibuibu – perempuan semesta



———————————–
Jakarta; 21122012
JM

~ oleh ranahaksara pada Januari 3, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: