Telimpuh Keluh [sajak ngacak]

: yang kosong

Malam yang liar kerap membabat rasa percaya hingga tak mendasar. Membuat tubuh tersungkur. Menghibah. Diam yang panjang berjejal tanya. Bilakah menuju batas? Ruang yang hening. Rasa sepi. Tubuh pun menepi. Dengan sadar tubuh merangkul kegusaran, membuatnya tenang. Memakhlumkan kesementaraan bahwa itu hanyalah isyarat. Isyarat yang menggenapkan penasaran. Penasaran menguliti kisah yang belum berkesudahan. Sehari yang lelah ketika makna tak benarbenar memberi pengertian akan ikhtiar. Meletakkan begitu saja kesiasian pada sudut waktu. Dan tubuh kita memahaminya untuk segera beranjak meninggalkan kerumunan yang tanpa identitas. Ketiadaan penjelasan sanggup memburamkan suatu keterkaitan.


sukmaku membumbung tinggi. menyusup
mengambang, menjelma sepasang sayap
membimbingku terbang melalang senyap
meninggalkan lembah kemelut yang kuidap

semesta kian sesak terhimpit hasrat
aku terpental dirundung murung
ke dalam lembah menjerat jerit

begitulah sepi
yang mengendap dari keriuhan
menjadi kaku beranjak menuju tepian

begitulah sepi
ketika dirajam gelisah
ia bisa menjelma sebagai pembunuh



————————————–
-Jakarta; 07-12-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Desember 25, 2010.

2 Tanggapan to “Telimpuh Keluh [sajak ngacak]”

  1. wah sajak yg bagus nih, hehe saya ga pernah bisa buat sajak🙂

    mampir mas ke http://idiotis.me/the-longue/kompetisi-web-kompas-muda-aqua/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: