Kurung Seruang

: pada harap

Pernah kita kehabisan takjub. Tersungkur lenguh panjang saat pada sebuah jeda menemu diri terjebak dalam kegaduhan. Gaduh mengkisahkan isyarat yang tersumbat tanda tanya begitu jawab berjarak. Kita membeku. Kedalaman rasanya dangkal saat mengucap umpat seruangan ketika belum sanggup menemukan kebahagiaan. Yang kemungkinan telah dijarah oleh ketangkasan edar waktu. Tubuh kita tergopohgopoh untuk kesekian kali menuju temu. Kau menatap aku yang menggigil di tiap pertemuan. Menatap dengan jarak deretan penafsiran. Menjadikan aku asing di antara amuk sibuk yang merecoki suntuk. Suntuk akan keterbatasan yang tak terbatas. Lalu kita menyusun strategi ruang batin agar tak dicemaskan jarak. Membiarkannya terbuka untuk sebuah kesempatan. Kesempatan mencekal harap agar tak pergi meninggalkan peluang.




————————————-
-Jakarta; 14-12-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Desember 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: