Duh! Mengadu

: dalam sepi

Berkutat sepi. Membiarkan daya terkulai beradu angin. Tak ada yang hendak dijadikan kecuali meminang khayal. Mengurut apaapa yang urung. Mengistimewakan kemalangan. Mengagungkan cacian. Mengartikan keringat yang muncul atas gerakkan tubuh diri untuk menjadi. Menjadikan yang sisa sebuah tantangan. Bukan tragedi. Aroma tubuhmu benar kecut lubangi prasangkaku. Prasangka liar membaca watakwatak di setiap perjumpaan yang kemudian menjadi penanda. Sudah kesekiankali aku tanak dendam entah kapan kembali tersaji, kita nikmati di ranjang. Atas keseharian, aku mengacuhkan ketidakpedulian permainan. Serupa judi. Begitu singkat aku terlempar dalam kebimbangan. Melahap yang sempat dan mengulumnya dalam geram. Tandas sudah bayangan. Aku pun rindu disapa mereka yang memiliki kehidupan mukjizat. Duh! Tubuh mengadu pada sepi.



————————————
-Jakarta; 10-12-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Desember 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: