Surat Perempuan Remang

Aku sudah berada pada persinggahan yang riuh. Penuh sesak tubuhtubuh tambun melipat pesona memikat dengan cakar tangis di punggung mereka. Saling bersidekap mengurai imbalanimbalan kepuasan. Aku tertegun menatap kelincahan ketika imbalan tertangkap isyarat. Ya, aku memang sedang mencari dan mencari untuk menimbun lara yang aku usung dari dusun yang tak lagi gegap. Mencari muara airmata ketika mata air telah mengering. Membatu. Karena diuruk suratsurat legal para tengkulak. Asa pupus setelah selaput ranjang dirobek paksa mengganti utang dengan bunga berbunga bangkai. Aku hanya pasrah saat aroma busuk ketidakpastian menggantung janjijanji sampah usai direnggut yang nyatanya hanya usang.

Namun aku harus terus mencari nafas, mengerat impian yang telah mengarat.

Ketika malam kian mengendapkan bayangan. Pelataran memutar kesunyian di antara keremangan pijaran lampu. Ketika kau merebahkan tubuh, melonggarkan otot, meluruskan tulang. Ada yang bersejingkat meruah di kesenyapan malam. Aku membentang pesona, mengurai geliat, menabuh birahi. Yang kemudian pasrah telentang merangkul hawa dingin di antara kelangkang malam. Ya, aku menyusuri dan memaknai hidup serupa geliat lekuk tubuhku. Gema riuhnya berderap di tiap langkahku. Akan surut ketika lekuk kian mengerutkan pijakan. Dan janji kembali ke dusun membawa impian

Kini aku sedang meraup nafas loronglorong senyap kota. Tempat jual beli kebahagiaan. Dengan harap tak lagi dipangkas demi kebutuhan sepihak. Karena nyata kebutuhan itu sedang kita bagi bersama walau dengan mengusung kenistaan. Tenggelamkan moral. Melipat buram airmata. Demi periuk dapur agar tetap mengasap dan menggenapi hutang agar beraroma bangkai.

Surat perempuang remang.



————————————-
-Jakarta; 30-11-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada November 30, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: