Menyelami Sunyi




















menyelami sunyi

yang sarat timbul tenggelamkan suatu pengakuan
akan segala kehendak tanya di antara pilihan
membuatnya racau mendesah kegalauan

tubuhtubuh beringsut mencari tepian
menanti lambaian kabut yang mengusung sunyi
di peraduan, tanggalkan bahasa mengibarkan angan

dan, aku bertanya kepada angin
kala menggagahi tubuh yang pasrah
tetap menggigilkan jawaban tak berarah

lalu, aku bertanya kepada sunyi
mematuk apa-apa yang pernah singgah
menguliti dengan pasti tanpa ragu membedah

kita butuh ruang atas waktu yang kian menyempit
luweskan ketegangan atas segala yang menghimpit
lugas mencerna tanya mengecap manis bukan pahit

sebelum sesal menjadi beban
sebelum tubuh serata pijakan

—–


tubuh kita nyata ringkih
selalu menyata ketidakpastian itu adalah pasti
memaksa laku di luar nalar karena kuasa ego diri
membuat pengendalian nafsu tiada teratasi

tubuh kita nyata ringkih
acapkali mengacak. buramkan jejak
lamurkan bayangan muasal tubuh berpijak
terus berkelana tanpa rambu. isyarat

yang memang tubuh kita ringkih
begitu gema riuh tak kuasa kita daulatkan, maka
di sudut waktu. tubuh membekap sepi. menyambut keheningan
dan membayang kemesraan kali pertama hasrat di peradukan



————————————–
Jakarta; 29-11-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada November 29, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: