Tersesat Sesaat [sajak ngacak]

Sebab itu selalu ada isyarat. Kita sangat membutuhkan penanda. Gejalahgejalah yang kemudian akan menghardik tubuh untuk segera bergerak laju. Menukar diamnya bayangan dengan tafakur. Bukan diam gusar mengerat langkah. Gentar mengurai kegagalan. Atau diam memanggang kecemasan. Keraguan mencekam. Picik. Keberadaan bayangan senantiasa meringkuk dalam alur tubuh. Kita sebagai pemuja tubuh. Memberi kuasa pada ruang dan waktu sebagai sang penerjemah. Ruang ranjang. Waktu tubuh. Kita adakan riset sebab musabab suatu kegagalan. Seperti menguasai dengan lugas lekuk tubuh pasangan. Sibuk berimajinasi atas hasrat. Waktu yang kian akrab menanggalkan pakaian meleburkannya dalam persetubuhan. Berharap meniti kepuasaan yang absurd. Candu kesementaraan. Sejenak mengadakan kebahagiaan dengan konsentrasi. Dan, karenanya kita bisa belajar bagaimana gelinjangnya tubuh begitu akan menuju klimaks.



kerling yang kita tukar bayang kita
sejenak diam tafakur dalam lenguh
sebisanya kita bersikukuh
meski rindu hujat meronta
seperti kanan hendak memagut kiri

begitu riuh di sekitar kelebat angin
geraknya tak kita perdulikan
sebab kita dalam khusyuk
meramu diam menjadi hening
menjadikan gelak dalam rintih
yang sepi seperti mau kita

sampai kita tiba pada derit ranjang
lelah pencapaian segala entah
yang tak bisa kita hapal atau lukis
pun secara abstrak ini tentang imaji kita
yang liar dramatis sedikit melankolis
yang kelak kita lipat di bawah kulit
yang lepuh usai gumul di usai shubuh

seperti maunya kita
aku merasa semakin akrab dengan sosokmu
bahkan bau mulutmu pun masih ku ingat
dengan mengecap aroma tubuhmu
aku semakin lihai
membaca kias bahasa tubuhmu
saat kau lepas telanjang terlentang
saat kau bertahan ketika tak nyaman
saat kau kosong aku menatapmu lekat
mencoba menghapal guratmu di setiap lekuk
dari sudut mencoba masuk ke dalam penuh-penuh
agar tak tersesat jika suatu hari nanti
kita membangunkan matahari
dan bercermin di telaga
yang menyimpan air mata masa lalu

———————————-
Jakarta;18112010
JM

~ oleh ranahaksara pada November 18, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: