Melekat Pekat [sajak ngacak]

Saat kita mendekap kegelapan. Ketakukan melindapi arah tubuh. Cemas. Begitu samar makna yang kita uraikan. Begitu sempit ruang yang menelingkupi. Sebab kita selalu salah mendramatisir keadaan gelap akan kelemahan. Keputusaasaan. Jangkauan yang terlampau naïf. Bukankah takut dan cemas adalah bayangan yang sengaja kita ciptakan sendiri? Dan kegagalan merupakan jeda tubuh menuju suatu peningkatan yang terpenggal oleh waktu? Sedangkan gelap adalah suatu penanda redupnya cahaya? Jam yang sempat kita salahkan detaknya untuk mempercepat pertemuan. Kian menambah kegusaran. Menyesatkan kepada kesimpulan. Bahwa tubuh kita terlalu ringkih untuk sanggup mensejajarkan setianya peredaran semesta.

Pada malam yang selalu aku nantikan bersama imajinasi. Berharap mendapatkan rangsangan untuk kemudian menjadi pencetus karya. Sunyinya kian menimbunkan aksara hendak ditata. Membentuk suatu aktifitas. Agar tubuh tak meringkuk diam hanya karena malam itu. Kesunyian membuat tubuh gusar untuk bertindak mengadakan riuh. Padahal gempita selalu syhadu ketika menuju malam.

Pada malam ketika kau asyik menggauli dunia maya. Membekukan diri di atas ranjang dengan kepulasan. Memaknainya dengan dengkuran. Aku selalu terjaga mendapati tubuhmu seperti terkulai tiada daya. Jika kau sedang bermimpi maka aku ingin mengintimi mimpi itu. Bebagi gairah. Membangunnya melewati ketegangan menuju harapan pada masa yang entah. Walau kita sama tahu bahwa kelak kehendak yang ada tak sesuai.


ini hanya tentang malam
ada lolongan lengking melayang
menghempas desir daun reranting
dengan menghitung jejak yang hilang

untuk malam
menyelinap temaram
seruangan gelap
karena terlelap

tentang malam
menerawang bayangan
matamata yang kelam
di pendaran bulan

dan memang malam
bukan lukisan rembulan
atau coretan hitam
akan kisah silam




———————————-
-Jakarta;17-11-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada November 17, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: