Malam yang Binal

Wajah Kota Terjajah














memagut wajah kota yang terjajah riak geliat pemuja tubuh

lorong senyap yang tak pernah legang
dari jingkatan kaki yang disergap ingkar
kupukupu malam yang bersayap binar

mengendap di antara bayangan pemikat
pinang sanjung diolah bekap belikat
saling sadap, membelit rayuan liar

silang wajah tak lekang masa riuh tubuh
terus bergulir tumpangtindih hidup redup
rentan berserikat obralan nikmat senggama

aku mengagumi sisi ruang jalang malam
wajahwajah binal setianya menguruk sampah kota
begitu lihainya menebar bintang di sudut kota itu

—-

pada waktu di suatu persinggahan
kakikaki lentik berjuntai menawan
meriung seruangan sudut malam kota

gemulai decak bahasa tubuh diburai
memadati kepulan asap yang kosong
begitu nikmatnya kau jilat hingga terkulai

kau yang kian candu menelisik malam
tersimpuh malumalu menahan nafsu
meregang janji kota yang nyata palsu

di sampingmu aku nyinyir meratap
terjepitnya kau di sela kelangkang
yang dulu pernah kau sanggah lantaran jalang

malam kota yang binal


——————————–
-Jakarta; 14112010-
JM

~ oleh ranahaksara pada November 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: