Sengal Gagal [sajak ngacak]

Pada sederet aktifitas ingin segera tuntas. Satu persatu kita urai, isi otak turut terburai. Menafsirkannya perlahan berdasarkan pengetahuan yang acapkali salah, namun bukan mundur untuk kalah.

Kita ingin menangkar pikiran semesta, coba menyatuhkannya dalam serikat tubuh. Membekapnya dalam hening yang bening. Membuatnya saling terkait demi tertuntaskan suatu bait dilema. Kita menanggalkan lelah di peraduan upaya mengurangi gundah arah tuju dendam.

Liang sesal yang pernah kita gali hanyalah liang kesementaraan. Nestapa. Bukan untuk kabur dengan mengubur diri. Mulailah menyangkal jika benak telah dangkal. Menciptakan bisu musuh yang bisa terpingkal kala tubuh akan terjengkal. Nyata benar memang tak berpihak demi gengsi cabulkan harga diri.

Keparahan menindas tubuh untuk lekas membungkuk. Mengais. Merayap jalanan yang senyap tak ada canggung memelas tawarkan tubuh untuk dibalas. Kerap terabai setelah satu sisi diserap. Sebenarnya noda yang sengaja tercipta membuat tubuh kian menyikapi kehidupan sebelum sesal berkabut.


j e n g a h

tubuh yang selalu dirundung penat
mulai memamah jengah
menyusur waktu begitu berat

lamunan dipinang impian
tuk urung membuat kita terbuai
menghujat seluruh adalah bangkai

mengentas azab dari kentalan karma
atas tapak yang rentas curam geliat
memintal tutur kata tobat

bukan selintas lalu mengendap
waktu kian meraut usia hidup
sebelum tubuh serata bumi




———————————–
-Jakarta; 10-11-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada November 10, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: