Nafsu Bisu [sajak ngacak]

Sepertinya tenang
dalam hening masing-masing menyusun strategi
amuk isi benak menakar argumen, sibuk memilah
mana yang hanya sekedar dikhayal bayang
mana yang diupayakan wujudkan mimpi

Sepertinya tenang
dalam hening masing-masing menyusun strategi
meruparupa kemungkinan yang hendak diaksikan kelak
apa hanya pelintasan rekatan hasrat
apa hanya ajang menapak tilas

Kita paham kepuasan tak memiliki batas. Tak kenal belas asih. Tikam menanjak tajam. Tak berujung namun perlahan bisa melemah keruh meyesat yang sengaja menarik kita pulang ke titik awal berasal. Kita tak ingin terperosok dalam satu lubang. Maka mulailah kita membangun mimpi tak perlu pondasi kosong hanya menganyam erat niat yang utuh. Tanpa tekanan memaksa keluar jalur. Carut marut walau kalut. Lurus, yang sesekali menikung sebagai tanda perlunya jeda kala benak diremas cemas. Apa sebenarnya yang hendak kita cari dalam gejolak tubuh hidup ini? Aku sedang menikmati penantian dengan tenang pula.


nafsu itu ibu segala berhala
berkoar kobar memuja diri
mengeras batu mendesis selicik ular
tenang namun bergemuruh lokal

mudah dicetus
mudah diketuk
mengumbar di awal
akhirnya membungkam

nafsu bebayang
kepalan membatu tak berarah
mendesis licik terbelit paha jalang
sekali ketuk bertekuk lutut

berkobar sanggup menepuk batu
dengan lembaran berangka
kerasnya batu terpecah kilat
desis ular kian melicik kelit




————————————
-Jakarta; 09-11-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada November 9, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: