Gerak Bukan Riak [sajak ngacak]

Kita bercumbu rindu ketika malam. menanggalkan kemasgulan. meletakkan perseteruan pada lingkaran persetubuhan kelam dengan mengurai burai mencari letak kenikmatan. Sesat. Sesaat. Mengintimi keunikan masingmasing perbedaan lekuk tubuh menuju titik klimaks. Penempaan kepuasan jalang. Kelam dan suram di gelap malam acapkali dikata sebagai pelepasan aksi laku kata di ujung waktu membuatnya lindang landai berupa cemoohan. Keterpurukan. Kita lupakan lidah yang sewaktuwaktu bisa menjilat ulang.

Kita sedang merekap tubuh malam dari segala ketimpangan persepsi. Menanggalkan perserikatan yang rengat tanpa sisa rekaman solusi. Menjadikannya satu tanpa keterasingan. Tanpa pemerkosaan. Tanpa tekan dan beban. Mengadakan pergerakan yang disengaja bukan upaya kesementaraan suaka kegelisahan. Bersama kita mengupas lapis demi lapis riwayat lalu dan menutup luka dengan pagutan bibir. Kuluman sekujur tubuh. Mendekap hangat kegusaran, menyelam dan memaknainya sebagai kalamkari utuh persetubuhan kudus tanpa batas waktu dan rumusan etika pelampiasan.

aku adalah tubuh malam
rangkaian pelepasan aksi
ucap laku di ujung waktu
membuatnya lindang landai

aku adalah tubuh malam
luapan liur cemohan mulut
kau lupakan lidah
yang bisa menjilat ludah

tubuhku menyungsang mimpi
yang kau titipkan atas kegagalan
kukandung dan merawatnya
lahirkan bekal di pagi, kau menjelang

aku kalamkari malam
mataku tak memicing hingga kau terjaga
melindap di antara semak
menyergap liar tubuh malamku



————————————
-Jakarta; 26-10-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Oktober 26, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: