Peram Jangan Karam [sajak ngacak]

Demi kita.

Aku ingin menguasai dan membedah tiap lekuk tubuh tandusmu, bersama mengecap kenikmatan orgasme desah dalam dekapan yang meredam kegigilan. Mengecup dan mengulumnya menuju kepuasaan. Meninggalkan kesan, tanda yang tak terlupakan hingga nama di bingkai nisan. Cintaku memang sederhana karena tak meninggalkan warisan hanya sekeping hati dan merah darah untuk kita peram agar matang membentuk sebuah sel jalinan.

Aku tak ingin persetubuhan kita kalut kemelut lalu karam. Terombang binal di atas ranjang karena bualan media perselingkuhan. Cintaku bukan seonggok sampah di suatu persinggahan yang dapat dipungut sewaktu-waktu dengan tawaran berbilang. Nafsuku bukan berhala patut dipuja sanjung diketuk takluk lalu mudah pecah tercecer. Nafsu cintaku berubah hati dan semerah darah untuk disetubuhi membuahkan benih kasih.

Demi kita, aku tawarkan pejam. Diam hening. Kita mengusung niat yang lalu terabaikan riuh diamuk keegoan. Persinggahan membutuhkan proses pertarungan tanpa aniaya dan tanpa penghianatan. Bahwasanya kita sadar akan sebuah ingkar adalah sebagian proses pembelajaran. Belajar mencari kedewasaan melalui kegundahan yang tersulut dalam kesendirian berkutat hening. Kembali kita merenung pemaknaan dari persetubuhan liar itu.

bibir kita melumat diam
amati gerak tubuh landaikan isyarat
menyepak tata bahasa, rambu dikerat

kita saling memagut tubuh
lelah mengurut tabiak ini itu saru
kelangkangi tanda baca, kita berselingkuh

kita melesapkan cumbuan
saling mematuk bingkai geliat
terjungkal dalam peraduan kelam

sebuah kisah yang tak habis diburai nista kenikmatan. tak mengurungkan pikiran mempengaruhi tubuh. saling membahas balas hingga tak perlu bertelimpuh mengintimi loronglorong senyap. 



————————————
-Jakarta; 25-10-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Oktober 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: