(cerpen) anton dalton, oleh; Cepi Sabre

Anton Dalton

: ira ginda. selamat ulang tahun, ra.


Hari ini kita akan kebingungan, Ra. Kita akan bertemu dua orang dengan nama sama: Anton Dalton. Sebut saja, Anton Dalton Yang Pertama dan Anton Dalton Yang Kedua. Bukan nama mereka yang akan membuat kita kebingungan, Ra, tapi keinginan-keinginan mereka. Lagipula, mereka berdua tidak saling mengenal satu sama lain. Tentang keinginan mereka, Anton Dalton Yang Pertama ingin menjadi Tuhan, sementara Anton Dalton Yang Kedua ingin mendirikan negara.

Yang mana yang mau kauhadapi lebih dulu, Ra? Sepertinya, Anton Dalton Yang Pertama lebih seru. Menjadi Tuhan, selalu lebih seru. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Anton Dalton Yang Pertama kalau ingin jadi Tuhan. Tapi yang paling utama adalah menciptakan manusia. Lainnya adalah menjadi sendiri dan menggeluti sepi. Setiap orang boleh saja mendaku dirinya sebagai Tuhan, tapi selama mereka belum bisa menciptakan manusia, mereka tidak akan pernah menjadi Tuhan.

Kita harus meninggalkan Anton Dalton Yang Pertama dan menjenguk Anton Dalton Yang Kedua. Anton Dalton Yang Kedua juga menghadapi masalah yang sama dengan Anton Dalton Yang Pertama, administratif. Anton Dalton Yang Kedua juga harus melakukan hal-hal yang utama dari mendirikan sebuah negara. Rakyat? Kau salah, Ra. Anton Dalton Yang Kedua harus membuat bencana. Perang, banjir bandang, letusan gunung berapi, perampokan bersenjata, kecelakaan kereta, ledakan tabung gas, kebakaran, sebut saja semuanya. Hanya ketika ada bencana, semua orang terikat sebagai sebuah kesatuan yang disebut negara. Mulai terdengar masuk akal ya?

Kita kembali lagi pada Anton Dalton Yang Pertama. Begitulah, Ra, kita akan berputar-putar, melompat dari satu Anton Dalton ke Anton Dalton yang lain. Tanpa dialog, cerita ini tidak akan menarik kalau kita hanya membicarakan satu Anton Dalton saja. Lagipula, kedua Anton Dalton ini begitu menarik. Jadi, Anton Dalton Yang Pertama menciptakan manusia. Yang jadi masalahnya sekarang adalah nama. Ada banyak nama di dunia ini. Tapi manusia ciptaan Anton Dalton Yang Pertama harus punya nama yang istimewa, nama yang paling baik, dan Anton Dalton Yang Pertama tidak bisa memikirkan nama lain. Maka Anton Dalton memberi nama manusia pertama ciptaannya itu: Anton Dalton.

Jadi, sekarang kita punya tiga Anton Dalton. Mari kita sebut dia Anton Dalton Yang Ketiga. Sebelum kita mulai membicarakan Anton Dalton Yang Ketiga, ada baiknya kita lihat lagi Anton Dalton Yang Kedua. Setelah bencana, apalagi yang akan dibuatnya? Berpikirlah, Ra. Tragedi. Anton Dalton Yang Kedua harus membuat tragedi dan penyerta-penyerta dari bencana yang sudah dibuatnya. Untuk meletuskan gunung berapi dia membutuhkan gunung berapi. Tentu saja. Untuk membuat perampokan bersenjata, Anton Dalton Yang Kedua butuh perampok dan senjata. Untuk kecelakaan kereta api, dia harus membuat kereta api, jaringan rel yang rumit, masinis yang lalai, dan kereta api yang lain untuk ditabrak dari belakang. Untuk tabung gas yang meledak, lebih banyak lagi yang harus dibuat oleh Anton Dalton Yang Kedua. Kau lihat, Ra, betapa sulitnya mendirikan negara. Tapi Anton Dalton Yang Kedua masih harus membuat satu hal lagi untuk menggenapkan bencananya menjadi tragedi, korban. Anton Dalton Yang Kedua membutuhkan rakyat. Hanya untuk jadi korban.

Anton Dalton Yang Ketiga sedang berjalan menyusuri jaringan rel yang rumit. Tapi bagi Anton Dalton Yang Ketiga, rel itu hanya rel yang lurus saja. Tidak ada jaringan di depan matanya. Tentu tidak rumit baginya. Anton Dalton Yang Ketiga tidak tahu bahwa di sebuah potongan rel yang dia susuri hari ini akan ada bencana, tragedi, dan korban sekaligus. Anton Dalton Yang Ketiga adalah manusia pertama. Jangan lupa. Berbeda dengan dua Anton Dalton yang dari tadi kita bicarakan berputar-putar, Anton Dalton yang ini tidak punya keinginan apa-apa. Anton Dalton Yang Ketiga hanya berjalan saja. Menyusuri rel kereta api, menyusuri hari.

Anton Dalton Yang Ketiga mulai mencari wanita. Sebagai manusia pertama, Anton Dalton Yang Ketiga membutuhkan dosa untuk bisa jatuh ke bumi. Kita akan tahu, Ra, bahwa Anton Dalton Yang Ketiga tidak benar-benar tidak punya keinginan. Anton Dalton Yang Ketiga punya keinginan sekarang. Yang pertama: berdosa. Wanitakah dosa itu? Tidak juga. Anton Dalton Yang Pertama hanya ingin berdosa, maka wanita pertama yang ditemuinya akan diperkosanya. Dengan begitu, Anton Dalton Yang Ketiga akan jatuh ke bumi. Dibuang. Inilah keinginan kedua Anton Dalton Yang Ketiga.

Anton Dalton Yang Kedua masih berkutat dengan kerumitan-kerumitannya sendiri. Salahnya sendiri, hadir dengan keinginan-keinginan yang juga rumit. Anton Dalton Yang Kedua mulai meletakkan beberapa orang di dalam kereta, seorang masinis yang kelelahan, dan kereta lain yang diam di jalur yang sama. Lain waktu, dia meletakkan seorang polisi yang tidak siap dan delapan belas perampok dengan senjata lengkap. Atau lihatlah bagaimana Anton Dalton Yang Kedua me-nina-bobo-kan beberapa anak kecil di sebelah tabung gas. Masih banyak yang harus dilakukan Anton Dalton Yang Kedua untuk mendirikan negara. O, betapa sulitnya mendirikan negara, Ra.

Sudah lama kita tidak melihat Anton Dalton Yang Pertama. Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Mungkin menulis beberapa puisi. Mungkin. Tapi yang jelas, Anton Dalton Yang Pertama sekarang sendiri dan sepi. Begitulah Tuhan. Tuhan tidak membutuhkan Tuhan lain sebagai teman. Secangkir kopi mungkin akan terasa mewah baginya. Tapi, biarlah. Kita tinggalkan saja Anton Dalton Yang Pertama dengan kesendirian dan kesepiannya.

Anton Dalton Yang Kedua sudah siap. Semua perangkatnya sudah siap, bencana, tragedi, dan korban, semuanya sudah siap. Tapi Anton Dalton Yang Kedua merasa masih ada yang kurang. Dia belum berdoa. Maka Anton Dalton Yang Kedua mulai melipat tangannya, memejamkan matanya, dan berdoa. Tapi, hei, pada siapa dia akan berdoa? Anton Dalton Yang Kedua tidak mengenal Anton Dalton Yang Pertama. Bahkan Anton Dalton Yang Kedua tidak mengenal Tuhan yang manapun. Tapi ini bisa jadi peluang, pikir Anton Dalton Yang Kedua. Anton Dalton Yang Kedua mendapatkan satu alasan lagi untuk sebuah perang, Tuhan. Anton Dalton Yang Kedua akan mendirikan negara, bukan satu, melainkan banyak negara. Tapi dia tetap harus berdoa, maka Anton Dalton meneruskan niatnya untuk berdoa. Tuhan yang mana? Anton Dalton Yang Kedua hanya bisa memikirkan satu nama. Kalau di dunia ini memang ada Tuhan, maka Tuhan itu harus bernama: Anton Dalton.

Anton Dalton Yang Ketiga sudah ada di bumi. Banyak hal yang bisa dilakukannya di sini. Dan “banyak hal” itulah yang menjadi keinginan ketiga Anton Dalton Yang Ketiga. Itulah alasannya membuat dosa dan dibuang ke bumi. Anton Dalton Yang Ketiga ternyata punya banyak keinginan dan dia tidak bodoh. Anton Dalton Yang Ketiga mulai melihat hal-hal yang sudah dibuat oleh Anton Dalton Yang Kedua, gunung berapi, perampok, senjata, kereta api, jaringan rel yang rumit, masinis yang lalai, kereta api yang lain untuk ditabrak dari belakang, dan lain-lain, dan lain-lain. Bencana, tragedi, dan korban. Anton Dalton Yang Ketiga mulai berpikir sama dengan Anton Dalton Yang Kedua, mendirikan negara.

Jadi, Anton Dalton Yang Kedua mulai mengingat Tuhan, Anton Dalton Yang Pertama — atau lebih tepat kalau kita sebut Anton Dalton Yang Kedua juga. Tidak jelek mengingat Tuhan, tapi harus diakui, manusia mengingat Tuhan hanya ketika dia juga ingin jadi Tuhan. Dan itulah yang terjadi. Anton Dalton Yang Kedua ingin jadi Tuhan. Bagaimanapun, Anton Dalton Yang Kedua sudah membuat banyak hal, gunung berapi, perampok, senjata, kereta api, jaringan rel yang rumit, masinis yang lalai, kereta api yang lain untuk ditabrak dari belakang, dan lain-lain, dan lain-lain yang bisa kita simpulkan dalam tiga kata: bencana, tragedi, dan korban.

Untuk menjadi Tuhan, apa yang sudah dilakukan oleh Anton Dalton Yang Kedua terlalu berlebihan. Anton Dalton Yang Pertama tidak serumit itu ketika menjadi Tuhan. Anton Dalton Yang Pertama hanya menciptakan Anton Dalton Yang Ketiga. Selebihnya adalah dirinya sendiri. Sendiri dan sepi. Kalau dengan satu hal sederhana– menciptakan Anton Dalton Yang Ketiga — sudah bisa membuat Anton Dalton Yang Pertama menjadi Tuhan, maka apa yang sudah dibuat oleh Anton Dalton Yang Kedua akan menjadikannya apa? Tuhan. Anton Dalton Yang Kedua hanya ingin menjadi Tuhan. Bisakah dia? Menurutmu, Ra?

Ada, setidaknya, dua masalah yang sekarang dihadapi oleh Anton Dalton Yang Kedua. Pertama, kalau benar dirinya — Anton Dalton Yang Kedua — menjadi Tuhan, maka Anton Dalton Yang Pertama bukan Tuhan. Itu harus. Tuhan tidak membutuhkan Tuhan lain sebagai teman. Kedua, kalau Anton Dalton Yang Pertama bukan Tuhan, maka tempatnya bukan di sini. Anton Dalton Yang Pertama harus dibuang ke bumi. Tapi untuk itu, Anton Dalton Yang Pertama harus dipaksa untuk membuat dosa. Ini agak sulit, karena berbeda dengan Anton Dalton Yang Kedua atau Ketiga, Anton Dalton Yang Pertama tidak ingin menjatuhkan dirinya ke bumi dan mendirikan negara.

Sekarang, kau bisa lihat Ra, Anton Dalton Yang Pertama akan dikudeta, Anton Dalton Yang Kedua ingin jadi Tuhan, dan Anton Dalton Yang Ketiga ingin mendirikan negara. Apa yang mengikat ketiga Anton Dalton ini sebenarnya, Ra? Sebuah bangku taman. Kelak, ketiga Anton Dalton ini akan dikenang sebagai orang besar. Sementara ini, kita hanya mengenal seorang Anton Dalton di sebuah bangku taman. Sendirian dan gila.

Bingung? Sudah kukatakan, hari ini kita akan kebingungan. Selamat ulang tahun, Ra.

————————
– end of note –


: tulisan salahsatu sahabatku, Cepi Sabre untuk Ira Ginda untuk ucapan ultahnya..

komentar selengkapnya, klik Anton Dalton

~ oleh ranahaksara pada Oktober 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: