Sejarah yang Parah

aku merenung hingga berpalung
yakin tak ada ruang yang meregang
sengaja diciptakan oleh kesewenangwenangan

otak ini kian kronis. jika harus menafsirkan suatu kata dan tindak atas adil dan bijak itu. berkata lantang untuk membangkang. menolak jika bertentangan. memendam amarah yang terabaikan. aku kian linglung didikte oleh nafsu atas ego. tubuh pun turut mengejang peluh, sembab berderai ketika hanya bisa menyaksikan kerapuhan di babat hingga akar. padahal dulu ia sangat memberi arti.

impian karam diterjang peradaban runut revolusi. kemakmuran itu hanyalah lamunan si miskin. bualan kenthut. mata menyipit. bibir nyinyir. bungkuk membungkuk upaya menegak sama tinggi duduk sama rendah hanyalah bahasa kenthut. suara yang nyaring tapi berbau. lahir karena isak maka antara hidup hingga maut pun tetap isak.

inilah hidup yang sedang berlangsung. pertarungan senantiasa ada di antara kebusukan mencari kebijakkan untuk kebahagiaan sendiri melalui perzinahan tanpa peduli mana itu kiri dan kanan. memperkosa suatu kebenaran hingga sejarah yang tercatat pun bisa terabaikan dengan dilenyapkannya saksi.

otakku sungsang memaknai apa itu adil dan bijak maknai sejarah.




———————————–
-Jakarta; 23-10-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Oktober 24, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: