di Utus Status
















takdir itu telah tergurat
sedalam lengkung palung
yang ada di tiap lekuk tekuk tubuh

kita harus lihai menerjemahkan deretan kata lantunkan bahasa. yang bukan hanya terucap kecap kosong di depan. namun bermakna ganda jeda dan tanda baca di belakang.

di tiap suatu perjumpaan kita selalu berpagut raut kecupan. sekedar meluapkan geram desahan yang ditikam tajam belati rindu. kesengajaan karena kebiasaan cara kita melumerkan kebekuan temu yang dipendam jarak.

lamat laun kita harus tanggap makna persetubuhan itu. sekedar pemulihan energi yang terkuras kandas aktifitas. menyumpal rongga kosong jenuh keluh. riuhkan desah tubuh sepi yang menepi. atau membuang basi yang telah berkantung belatung.

maka kita pun harus lihai menerjemahkan awal proses sayatan bahasa kata yang bagai pisau memaksa endapkan diri dalam jaring bahasa tubuh yang sederhana namun karut jeratan kosakata. kita siap berselingkuh pada yang entah.



———————————–
-Jakarta; 22-10-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Oktober 23, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: