Demi

Kita kian lupa di mana letak otak, hati, jantung dalam organ tubuh. Di buat linglung untuk bergerak agar saling terkait guncangkan rasa setelah energi berserak jadi santapan anjing liar membuat tubuh kita tak saling peduli.

Aku ingin bercermin, tapi bukan pada kaca cermin atau genangan air tapi pada tubuh lain agar kita sanggup menyelam hingga lubuk mengetahui sejatinya diri. Aku mengenalmu dan kau mengenalku. Kita sama saling membaca. Maka kita benar adanya tanpa menyalahkan cermin yang retak atau keruhnya air.

Lalu apa perlu kita bertelanjang tubuh agar mereka mengetahui langsung lekuk gelambir lemak keriput yang membukus tulang kering, mengetahui kelayakan supaya kita bisa berjejer antrian sembako formalin. Lantas, mereka tampil sebagai penderma.

Lebih baik kita merapat pulang menuju dapur ibu yang sedang menjerang airmata di atas tungku bara kayu sebab subsidi tabung gas elpiji telah beralih fungsi membakar tubuh demi mengurangi populasi kita, rakyat penduduk negeri.



———————————-
-Jakarta; 16-10-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Oktober 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: