Jose

Pada persimpangan fajar hening yang kacau, tubuh jadi kabut. Maka kulemparkan linglung awan yang lindap di pendaran warna. Sebuah siasat menyingkap pembekuan propaganda yang berbayang di ujung tanduk. Percakapan menjadi bising. Angin lembut terhadang debu tajam. Kemudian, di sudut keresahan yang membilur, aku memutuskan untuk menjarah gemuruh dan deru racauan untuk melukis sebuah gigil yang hitam. Aku yang rentan goncangan selalu tak terkendali mereproduksi kelainan. Memutilasi huruf-huruf di sebuah paragraf berairmata. Aku pundak setiap haru dan harap bersama aroma gas dan lemak dari alkohol murahan. Namun tak sampai muntah. Karena rasa lapar dan dahaga sudah melekat di keriput yang menggerutu ini. Kulakukan itu semua demi rindu yang tercabik cakar risau. Karena itu, semestinyalah kau tak perlu gusar oleh jejak persinggahan surutmu yang niscaya.

Lalu ada sebuah “kami” yang berhenti menipu diri oleh gerimis sapa yang pilu. Lilin kecil yang tiba-tiba padam membuat kami tak hirau tubuh yang ringkih di sebuah tikungan. Kami memang legion yang tersesat sejak kesulitan membedakan mana Tuhan dan mana kubangan. Akan tetapi, kami tak segan bersekutu dengan iblis untuk memburu busur hantu. Atau untuk meruntuhkan gapura ragu. Jadi, pengabaian bukanlah kesengajaan tanpa alasan. Sebab saat itu, ada hiruk menata rumput, kayu, dan batu. Demi sebuah percik api. Sebagai mantra dan kreasi terbaik menikmati detak jaman yang membisu di ujung-ujung kutub. Kau juga tahu, Jose. Musti ada gelombang dan angin untuk mengibas daun-daun jadah, mendandani kabut anggun, atau sekadar meriuhkan sepi yang ungu. Walau harus menggiring bayang-bayang. Walau harus menghempaskan ombak yang pudar. Demi sebuah tubuh yang kenyal bagai babal. Yang sibuk menjarah tanda tanya dari keranjang teks kolosal. Maka di sebuah titik nadir, kami bebaskan isyarat yang tersungkur, kami punguti prediksi yang terkapar. Bersama. Menciptakan stabilitas yang tak semu. Dengan begitu pula kami tahu, bahwa kejamakan adalah rangkaian pilar ketunggalan yang gigih. Bahwa tawar-menawar pun tak harus merusak harga diri. Karena kami mencarilah maka kami mendapat. Karena kami mengetuklah maka pintu dibukakan. Itulah kami. Berani melemparkan kutuk ke dalam tungku kontradiksi. Berharap menjadi jelaga. Lalu menjelma telaga tempat berkaca. Sebuah “kita”.



———————————-
-Borneo; 14-10-2010-
John Ferry Sihotang



adalah salahsatu sahabatku, John Ferry Sihotang.

beberapa koment dari para sahabatku;

Helena Adriany:
ketika pasang menennggelamkan garis pantai
dia akan meninggalkan garis baru di pasir
maka saatnya membaca jejakmu yang berbeda
bukan karena harus melupakan yang pernah singgah
karena yang ada masih ada dan tetap ada di keningmu
dan yang baru adalah kemungkinan menjadi ada juga di keningmu
sementara yang akan datang adalah harapan
pun itu, di keningmu.

Penjejak Ilham:
iyalah, Jose.
Perjalanan kita adalah perkelahian tanpa bel, grasak-grusuk membelah angin untuk ketergesaan. Kemenangan atau kekalahan hanya masalah kesempatan, kesempatan yang lahir dari rahim waktu yang menyertai. Kita harus tumbuh untuk mengetahui seberapa tingginya langit dan sejauh mana garis samudra yang lihai menyembunyikan matahari kedalam perutnya. Kemungkinan Jose, kita menjadi mekar tanpa ketersadaran bahwa kemungkinan yang kita pikir tak merupakan bagian dari kelopak yang kita kembangkan…

Josephine Maria:
Ampun John, mengapa ada alkohol? Apakah itu pecitraan Jose yang sesungguhsungguhnya???

Memang masih ada
berusaha memecahkan batu menjadi kerikil jelaskan kemelut, tertuntaskan pasir bermakna nyata jejakjejak.
burumemburu selalu mengumpat kenis…taan atas kenihilan, tak ingin sekedar terkamenerka keberadaan. maka kita melumatkan kebersamaan dalam tubuh racauan. bukan absurd ya Johnku.. kita mencari. kita menjadi maka kita ada.

menepi ulang ketika pengembaraan hanyalah fatamorgana, yang carutmarut diraupnya melesap bersama aroma alkohol..rasanya sayang jika harus termuntahkan.

tetaplah ada bayangan itu, jika menghilang maka bayangan tubuh makhluk lain lah yang akan diketuk tanya..atau bahkan menjadi tersangka..!!

~ oleh ranahaksara pada Oktober 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: