Tubuh Gering Merebah Bah [tubuh hidup]

Yang kita mau, bukan terlalu

Rebahan liuk lekuk aliranku telah terhadang gedunggedung dan urukan sampah, dekap cakar akar kokohmu pun kering merenggang. Begitu gerimis jatuh tiris merebah bah, tanah lumpur menggempur tandas.



Aku bertubuh hujan
rajutan uapuap keruh
atas airmata, ludah dan limbah
gelanyut manja mengambang awang
menahan badai dan hantaman petir

Kau bertubuh tanah
menghampar pelataran daratan
lapang telah menyempit terapit beton
gembur di gerus panas, gersang
meretak, membelah diri

Desah nafas panas meretak
tanah gering
kerontang
garang
resah menguap lesap di balik awan
memancing luruh hujan curahi cumbu

Kelat pekat tudung ranjang
Deruh gemuruh gejolak hujan

Gemulai memagut kabut
hujan menitik
merintik
rintik
tik
merebah liuk mengalir
mengulum sekujur tanah kering

Ringis gerimis menderas keras
mengatup retak bibir tanah
bergelinjang lekat meliat
bergumul gelincir mengalir
lepas bermuara mata air airmata




————————————
-Jakarta; 05-10-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Oktober 8, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: