Mengulum Terik [sajak menikmati terik]














kurasakan lidah api mentari menjilat jangat
seperti memintaku segera mengulum teriknya

sedang di sana kaki menginjak bayang dari teduhan
seolah menghalau sapan waktu siang

aku tak ingin menghalaunya, karena
sewaktuwaktu awan bisa melukis mendung
menghardik jejak diguyurnya hujan
lalu wajah kita merona sungut?

masih menikmati bayang hingga kuluman hangat jejingga
sebelum petang tiba dan menelan bayang



——————————————-
-Jakartasiang; 13-09-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada September 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: