Melukis Gerimis

























sudah lama ku sulam buram khayal wajah ibu
dalam tirai gerimis hujan

ku tatap ratap kenangan bocah
suara gerimis yang tiris di beranda
teringat larangan ibu menyetubuhi hujan
‘jangan berkawan main dengan hujan, ia kotor dan penyakitan’

ku labur menghambur tubuh ke jalanan
gerimis kian menderas keras
bebas ku setubuhi hujan yang dulu terlarang
basah menggenang tenang air mata terhanyut
memeluk gigil aku rasakan amarah ibu

belum puas tuntas rasa kerinduan
deras beringsut susut mereda
cerahkan langit gerimis terkikis pelangi
terlukis wajah ibu,
tersenyum menatap kuyup tubuhku



—————————————
-Jakarta; 06-09-2010-
JM



HUJAN

Selalu mengingatkanku kala kanakkanak..
di situlah aku merasakan Ibu ada.. hingga saat ini jika hujan (anugrah) mengguyur tiada jenuh ku tatap kristal air keruh itu menderas seolah itu ibu..(rinduku terobati) mau tau mengapa?

“karena saat kanak, aku sering di larang bermain hujan, diijinkan ketika hujan reda. di situlah aku merengeng kesal sejadi-jadinya keluar rumah berlarian sambil berguling-gulingan sepanjang gang perumahan, pelampiasan kedongkolan tak bisa menikmati derasnya hujan. hik.. Pulang-pulang omelan ku dapat dan habislah badan oleh cubitan dan pukulan dari beliau karena baju kotor dan robek karena keseret aspal gang.”

(asli, tak ku pungkiri kanakku memang bandel… xexexe)

Jujur sejak kecil aku memang belum pernah bermain hujan-hujanan seperti anak-anak pada umumnya. Baru setelah dewasa tua bandot ini aku baru bisa merasakan langsung bermain akrab dan bersetubuh dengan hujan. Keluar masuk gang telusuri jalan raya, keciprat-ciprat genangan air hingga mandi di bawah pancuran talang.

Ternyata hujan tak mengenal batas usia, ia memberi kelapangan kepada siapa saja yang datang dan menyambut perkawannannya. Suara gelegarnya seolah seruan ajakan atau alarm alam, tanda bahwa ia sedang dalam perjalanan.

Kembali terkenang akan beliau, semoga sehat adanya.. amin.
Love n miss u mom. GBU


Untuk ulasan selengkapannnya, klik;
Ulasan Puisi Oleh; Awan Hitam

~ oleh ranahaksara pada September 6, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: