Senja [ketika dalam penantian yang entah itu…]
























yang sedang bergulir di telan waktu
dari silaunya perlahan meredup menuju petang
membawaku segera beranjak menjingkat berlalu
menghalau harap terang yang sia-sia meremang

angin menghampar lamunanku
memberi gigil jangat berporos seputar kalbu
bahwa menunggu ibaratkan oase di padang pasir
merindu romansanya senja warna kelabu rasa hati

di pelataran rona jejingga tak harap segera melaju
senja sebelum beringsut merambat petang
perlahan menjuntai waktu pingit rasa malu
ku tersipu merambah kisah yang pernah kita terjang

ketika tembang lirih meragu sehari
harapku di senja suaramu yang samar nyata terhantar malam




————————————
-Jakarta; 03-09-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada September 3, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: