Bunga [puisi alit]

duduk di taman
lamunkan wajah kekasih
kelopak melayu
kekasih ingkari janji

duduk di taman
tergenggam bunga mawar
yang baru mekar
terangkai janji kekasih

gelatik gigit putik
semaikan benih
hujan merintik
deraskan rasa hati

tangkai berduri
kelopaknya berguguran
tertanam benih
laku kekasih berlalu

kuncup merekah
kelopak menjuntai tanah
sakralnya cinta
hingga meliang tanah




—————————————–
-Jakarta; 03-09-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada September 2, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: