Pelacur Kata

















tiap malam
mata ini tak pernah lekas meratap lekat terpejam
menyambut selimut yang tergolek pasrah di bibir ranjang
untuk segera beranjak memijak dulangan mimpi
padahal penat terasa kejam merajam

tiap malam
yang senantiasa bergulat pekat
tak henti memuja bahwa sunyi itu syahdu
mengingat dongeng ibu tentang bintang terang
sambil mengelus dan mengecup dahi, ada doa
pulaslah hingga mentari pagi menjelang

tiap malam
ketika mata semesta meredup lelap
aku mendongkak belalak merangkai kata
agar esok sajakku terbeli pagi

di tiap malama
aku bagai pelacur kata
meramu ranum bahasa ibu
dan menyetubuhinya dalam kemasan puisi




—————————————-
-Jakarta; 31-08-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Agustus 31, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: