Sajak Kenangan

HILANG TERKENANG

di tiap sudut hingga kerucut mencari yang hilang
mencoba ulur ke belakang ingin mengulang
cerita yang pernah tertata pada masa lalu
di titik nadir apa akan hadir
bayang
.
.
yang
.
.
kenang
.
.
yang
.
.
sayang
hanya ada sepi dan aku menepi

dari sudut ku tarik ke tengah mencari titik temu
ku hardik namamu penuh selidik
diam, seruangan hampa tanpa rupa
menghentak jiwa meretak kisah
bayang
.
.
yang
.
.
kenang
.
.
yang
.
.
sayang
hanya ada sepi dan aku menepi

kisah itu berbuah resah
cemas siap ku kemas
dalam bayang terkenang
sayang jika menghilang


KENANG KEBAYANG

tak semua kenangan hilang terbenam waktu
walau gurat dahi terkerat usia
melapuk di pelupuk membayang hitam
yang kala itu hanya menunggu penuh amuk ragu

tak semua kenangan hilang terbenam waktu
seperti derik pintu mengerik punggung
membekas gores hitam lantai pualam
namun derik larik menggema gendang telinga

tak semua kenangan hilang terbenam waktu
seperti dongeng bintang Ibu, doanya untuk kita kelak
akan kasih sayangnya membentang sepanjang jalan
tak menyurut susut walau tergali liang

tak semua kenangan hilang terbenam waktu
kecuali jika jiwa melayang mengabu debu
menanggalkan cerita pada dingin angin
yang segar dimegarkan kembali oleh hujan

tak semua kenangan akan menghilang
hanyalah waktu sebagai penentu kenang kebayang




—————————————–
-Jakarta; 29-08-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Agustus 28, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: