Anak Hujan


















Ciprat kecipak kaki kecil menyepak genangan hujan
Gerimis menderas mendarat keras kuyup tubuh mungil
Ditebasnya tirai lebatnya rinai untuk tawarkan payung
Giring belakang tubuh kering agar tak serupa kuyupnya

Ciprat kecipak biar kuyup kulit kerut kisut
Ciprat kecipak biar kuyup tak gentar gemetar

Gerimis menderas ke tubuh dekil menggigil
Gerimis menderas ke tubuh harap upah meruah

Badai bagai seruan doamu
Hardik petir tak membutmu ketir
Bahwa dibawah kau sedang menanti jatuhnya anugrah kehidupan



————————————–
-Jakarta; 21-08-2010-
JM



Ulasan puisi Anak Hujan dari Syaiful Salim, sahabatku yang berada di Sudan.
klik; ULASAN SYAIFUL ALIM

~ oleh ranahaksara pada Agustus 22, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: