Puisi Pisau Puasa

Mengaminin akhiri relung renung bait bermantra
Khusuk berziarah mengais kemas lemas memohon
Ayat mengalun, menikam derap dekap sesal

Puisi pisau
Menyayat syahdu
Puisi puasa
Menghening doa

Kangkang meregang nafas, berburu sisi duniawi
Maksud berbuat, agar hidup tak karam siasia
Nafsu menikam, tegang merintih sesat sesaat

Puisi termaktub segala laku
Pisau menggores luka lalu
Puasa membenam dendam nafsu



————————————-
-Jakarta; 21-08-2010-
JM



aku mencoba membalas puisi dari sahabatku Syaiful Alim.. sang Penyair Pisau.


PUISI, PISAU, PUASA

Manakah yang lebih tujah:

Puisi menikam kejam penguasa, sang penyair disalib di tiang nasib,
Pisau menusuk rusuk Adam, dengan meminjam tangan dendam,
Puasa meremuk redam ingin, lapuk jadi angin?

Ah, alangkah tujah, alangkah ludah, lidahku pedih ditagih pilih.

Pernah ada penyair tua, hampir punah, dipanah kata, bersabda:

Puisikan pisaumu sebelum menikam kelam.
Pisaukan puasamu sebelum lapar keram karam.
Puasakan puisimu sebelum mekar kata jadi makar kita.

Ah, alangkah parah sabdamu menjarah.
Ah, alangkah patah jemariku menatah.

Kekasih, lekaslah tunjukkan jantungmu,
Supaya kutusuk khusyuk detak hitungmu.

Puisiku pisau, puasaku puisi, puas aku didera derita diri.
Puisiku pisau, puasaku puisi, sepi pasi aku dirindu duri.


———————————————-
Khartoum, Sudan, 08-2010.
SA

~ oleh ranahaksara pada Agustus 21, 2010.

2 Tanggapan to “Puisi Pisau Puasa”

  1. terdiam di antara gemuruh iming
    bergerak pelan di antara badai angan
    menengadah bertahan mohon kekuatan
    menjadikan sebuah perjalanan tiada terlupa

    selamat berpuasa

    • terlupa luput khilaf adalah kita manusia
      sejatinya manusiawi adanya
      saat bulan ampun tiba
      sejenak ruh tertambat ada kesempatan
      tunaikan wajibkan

      salam Ramadhan kawanku
      GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: