ZIARAH DOA KATA [feat JohnJose]


DOA KATA

(di doa itu, tuan bahasa tersenyum, melihat dia-kata yang bertapa: kata yang sepi, bersemadi. mencari “aku-ada”, di rimba-kata. dalam hiruk dan kutuk, matanya bercahaya.)

kucari “kau-ada” di pohon-pohon kata. hanya kegagahan menyapa. kudekati ranting-ranting kata. mereka serapuhku. kutelisik jejak-mu di daun-daun kata. hanya kujumpa retaknya warna. aku turun menjejak tanah kata. berlari di ladang ilalang jalang, mengejar jejak-ada. aku nyaris terperangkap, semak belukar sekujurku. kutanya kau pada pelupuk rumput-rumput kata. mereka hanya menggeleng. nadi doaku pun mengalir, susuri anak sungai-sungai kata. kusibak tiap batang dan bilur padi. juga kuncup dan putik bunga-bunga. kau, tiada. hingga aku terdampar di bibir samudera. kupeluk diam di atas karang-karang. aku tersapu oleh badai. di ombang-ambing ombak. hempaskan aku di atas wadas nan perkasa. burung-burung ikut tertawa, bersama semilir angin dari nyiur yang mencibir.

aku telah mencarimu ke segala penjuru. telah kusisir cakrawala, berlapis cadar jingga, mencari “kau-ada”. lidah pun sudah kelu, menyeru pada bisu. berteriak diatas pelangi, bertanya pada matahari, “dimana dia”. sang surya berlalu, sesungkurku diujung senja. mulut pun sudah penuh busa, mengutuk bukit-bukit batu-batu kata. dalam remang, kupacu awan kelabu, menuju langit suarga. tersandung senyum sumbing rembulan. aku terdampar diantara bintang-bintang. namun tak bersinar cemerlang.

tetapi, kini, di keranda gunung kata, sudut langit dan tanah basah, samar “suara-ada”. saat aku menanti sebuah bening, di semadi hening. dengan peluh airmata itu, kujumpa sebuah telaga. tahta abadi “tuan-bahasa”. aku bermandi cahaya.


John Ferry Sihotang
Borneo, Juli 2010

——————————-


ZIARAH SELEWAT MALAM

ziarahku selewat malam
hening duduk bersila sujud takzjim
kerdilkan diri membilang ashmaNYA
di guliran jemari menggulir bebatuan zikir
berulang dan berulang menguntai kulumkalam
khusuk mengkisahkan perjalanan laman fana
upaya menembus di mana tahta nirwana
bersemayam kerajaan Ilahi sang Hyang Widhi.
ziarahku selewat malam
mengalunkan syahdu bait membingkai doa
luruh, menitik basah peraduan
tak kala khilaf tereja tak terhitung tak berbilang
pinta ampunan di keluh lidah luhurkan keagungan
di ziarah selewat malam


Josephine Maria
Jakarta; Juli 2010

——————————–

~ oleh ranahaksara pada Agustus 3, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: