Lidah Tergigit

arms and hugged me…





















akhirnya…
kau berada dekap belikat pelukanku
yang sempat kemarin kau meludah acuh
caci habis keringkan kerongkonganmu
bahwa kau benci menista

ternyata…
kau pelanggan setia lembah hitam,
tempat terpuruk pembuangan sampah
kau lalui pintu belakang diamdiam,
masih berseragam dinas curi jam istirahat

aroma sampah kau endus liur melekat serupa mandi kucing
gayamu mengola lahan sehebat petani membajak sawah
dan desahan akhir kepuasanmu seperti lolongan anjing
kau bisik kuduk acungkan jempol;  ‘aku hebat kau puas’
lidahmu tergigit gigi sendiri


kau tak meludah lagi, kering
cairan yang tertinggal kini berupa benih




___________________
-Jakarta; 23-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 23, 2010.

2 Tanggapan to “Lidah Tergigit”

  1. hahahahah hebat tenan puisine…salut bos…..

  2. hy kawan.. silahkan menikmati bila sudi..
    thanks u kawanku
    salam jabat eratkata
    GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: