RUMPUT LIAR

rumput liar

















kemana kaki kecil ini akan meringkuk berlindung ?
rumah kardus itu telah menjelma patung tokoh sejarah
yang mana isi kardusnya telah di cabut seperti rumput
rumput liar yang tak di kehendaki tumbuh

kau lebih suka membangun gedung
daripada menapak becek rerumputan
kau giat melebarkan sayap jalanraya
daripada menggembur subur akar rumput

kemana lagi tubuh layu ini menepi ?
ketika hujan gigilkan helaiannya
ketika panas keringkan akarnya
ketika laparlayu di paksanya pulas

di sepanjang emperan toko ini puisi tertitis
bukan dengan tinta dan kertas di tangan
tapi dengan airmata memelas ceruk
rintik menitik kelak menjadi bah




___________________
-Jakarta; 22-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 21, 2010.

4 Tanggapan to “RUMPUT LIAR”

  1. Mantap.. realita…

  2. mungkin inilah wajah hidup negeri ini…..

    hanya air mata yang mengalir, ketika mulut tak bisa lagi berbicara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: