Bibir Ranjang

aku menantimu di bibir ranjang
di mana telah tersaji kejujuran birahi
yang barangkali sebelumnya sering di gagahi
usah lagi kita berlamalama mengulur waktu
berdalih acuh mengacung tinggikan bahasa tabu
aku dan kau sudah cukup paham akan arti ranjang itu

dan aku masih menantimu di bibir ranjang
dengan segala kenikmatan aku tawarkan
dengan segala kebinalan aku bentangkan
dengan keluruhan diri aku telanjangkan
tak akan ada hal yang perlu di munafikan
untuk di tahan dan di sembunyikan


dan kini, aku menantimu pasrah terlentang

i'm wait u hunnie























___________________
-Jakarta; 21-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 20, 2010.

2 Tanggapan to “Bibir Ranjang”

  1. Jejak kata-mu kok uapik puol, seh…
    “Nakal”, tapi tetap estetis. Golden pen, deh…
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/
    http://notulabahasa.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: