Secarik Puisi


SECARIK PUISI


jemarimu meliuk menyentil kata
mencoba rajuk merayu merenda bahasa
di kuncup bunga kau paksa mekar
tuk memahami racauan mu yang meliar

itu bukan kau
karna kau bukan perayu kata
lekuk tata bahasa mu pun tak meliar
semua berawal menggunakan nalar

kau rengkuh aku
yang terhempas nyata syair balada
di batas cakarawala ketika malam
kau gunakan indera keenam
dialog bathin rasa hati

kini sedang kau larikkan sajak doa
tutur kata bahasa mantra membait
menyulamnya di peraduan kecemasan
berpendaran cahaya lilin


dan bersama kita kidungkan
dari secarik menjadi berlembaran puisi
terkenang berbuku doa



















___________________
-Jakarta; 19-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 18, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: