Puisi Lugu Malu-malu


CERITA DI LUAR  ISTANA


meratap
di atas atap
langit ku tatap
angin ku santap
bertanya kosong
jawaban sumbang

di bawah ratapan pelayat
bulir mengalunkan ayat
mengingat hikayat rakyat
terukir sejarah dalam peti mayat

kau tampil menggelegar bila telah waktumu
membusung dada melipat perut
satusatu tampil satusatu ngoceh
seperti tukang rombeng

perlahan lumbung kau kerat
seperti tikus pengerat
janjimu berserat karat
sepuhan wajah melarat

piluh
bibir keluh
terasa kecut
tampak wajah pengecut


buaian kelangkang mimpi
dongeng korban gas elpiji
dan bocah yang gantungdiri


















___________________
-Jakarta; 19-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 18, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: