Pagi yang Suram

semalam
aku tak meninggalkan bekas tangis yang berderai darah
melemah dengan ketakutan akan getir penderitaan.
mengapa pagi mengabut, menggantung mendung
gelegar kilat menyambar cerah pagi, sirna ceria
pekat seakan alam berkabung.
duh… alam, mungkin sengaja kau sapa pagi
dengan kelebatan hujan, mengingatkan aku, untuk
senantiasa berdamai hati walau nyata berkeping ingkar
























_______________________
-Jakarta Pagi; 16-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 16, 2010.

2 Tanggapan to “Pagi yang Suram”

  1. hemmm….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: