Sajak Air Mata

usaha membendungnya
menahan ruah sisi tenang telaga
dengan bebatuan ikhlas tabah
dari hulu hingga ke hilir

di bening telaga berenang bulu putih angsa
di sekitarnya tumbuh rerumputan
yang selalu menyemai tajam kerikil
menghalau halus caci tangkis gemulai

tak kuasa membendung
baiknya ku redup kuyu tunduk
di hening di pekat dalam sendiri
tak ingin penjuru mata menahu
rinai menitik kegelisahan

jadi saksi tisu kertas
penghibur mantra membait
kalam yang syahdu
lembab pilu


















___________________
-Jakarta; 16-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: