Sampah Penguasa

aku
apalah arti
jika ku juga tak tau

menepi hampa serasa bertudung gelap tak terlihat
berdiri meninggi pun, tertutup gelap kabut, siapa aku
dimana mana menampak bagai tak berati, tak bernama

debu jalanan
semburatkan tanpa permisi mana kawan entah lawan
sembarang melalang tiada arah, menapak pun menghilang
telanjangi diri entah apa maksud atau memang tiada sandang?

sampah
mengonggok tersisa aroma yang tak berarti
tersembunyi menyaruk pada sisi rawa yang lembab
kumal ada pada rangkulan lumpur lumpur hitam
setianya lalat belatung menempel bagai bangkai hidup

adakah aku
terlihatkah oleh kau
penggede nama
penguasa rawa

kau
bongkahan kokohmu aku tak tau
simpang siur hanya nama mu yang terngiang lalu
pada misteri keberadaan mu kuasai semesta rawa
jari mana menunjukmu maka bantaian terjamah

termulia
ada takjub ternilai pada bandrol harga diri mu
serasa pengaruh besar mulia merentengi langkah mu
bentengi dirimu akan kadar nama penggede yang akan meyusut

gumam aku pada kau
ingatlah penggede
sampah dan debu menunjuk mu tuk jadi yang termulia
termulialah kau berdiri pada onggokkan sampah dan debu
aku menyampah demi kau tetap menjadi yang termulia

kau termulia tapi kerakusan mu, sampah pun kau lahap



_________________
Jakarta; 13-01-2010
debu jalanan
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: