Sendiri di Kesendirian

‘untuk apa sesali sendiri’

untuk apa kau menunggu
bila membuang waktu
untuk apa sedusedan itu
bila ratap merindu semu

lihatlah

rembulan pun tak bersahabat
tak membias temani pekat
bintang pun enggan bertemu
sandingi bulan penuh ragu

biarlah

biar ingkar berpalung karat
ikrar meninggi tujukan langit
jangan biarkan lena melumut
mengeja bibir beraksara mawut

maka
usah mulut bersumpal janji
lagakan pesona bertudung hati
prematurkan cinta yang sejati

maafkan
bila hati tak menepi




___________________
-Jakarta; 30-01- 2010-
JM



untuk jiwa-jiwa yang kesepian dan sendiri bahwa itu hanya bayangan diri yang selalu dan akan terus dan ada menghantui rasa dan perasaan diri..

Salam



~ oleh ranahaksara pada Juli 12, 2010.

2 Tanggapan to “Sendiri di Kesendirian”

  1. menyentuh

    purwati
    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: