PEDAGANG PIKULAN

selonjor lurus terpulas
pejam terduduk tak bertikar
mengasoh inap depan teras
menanti fajar tuk keliling pasar

junjung pikulan
beragam dagangan
jajakan harapan
pengganti asupan

junjung pikulan
beragam dagangan
serukan penglaris
harga jadi miris

junjung pikulan
beragam dagangan
tertatih penat
tiada peminat

kakek tua pedagang pikulan
sebatang kara mengais nafkah
tinggalkan sanak di kampung halaman
menjadi musyafir aduan ibu kota

pontangpanting melemah daya terkuras
panjang pesisir tiada berdinding tiada teduhan
junjungan pun tak mengubah berat yang terpikul
membungkuk terseret arah, kemana lagi tuk ringankan muatan

kakek tua pedagang pikulan aneka barang
tuan alam malam

hiruk-pikuk pasar subuh



___________________
-Jakarta; 22-01-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 12, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: