Diam-diam


DIAM-DIAM

terteteskan madu
terkecap manis diujung lidah
umbaran bunga
menebar permadanikan hati
selayang pandang terpikat
usung ikrar cinta sehidup semati

diam-diam
lengan kananmu memelukku
tangan kirimu menggamit jari dia

diam-diam
kau kebiri jantungku
pilu sembilu menyayat

racuni maduku
pusarakan hatiku

diam-diam
kau selingkuh

















______________________
-Jakarta Barat; 28-01-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 10, 2010.

2 Tanggapan to “Diam-diam”

  1. diam-diam ada yg mendua…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: