BOCAH KOLONG



BOCAH KOLONG

busana kebesaran robekan tambal sulam
legam debu melekat bagai coretan spidol
kaki kurus sapukan debu tengadahkan kaleng
kulit mengering baluti tulang mudamu

mana tetuamu nak?
dimana kolongmu?

demi lolongan cacing perut
agar tak menendang usus
demi kuat pijakan tapak
agar bisa menapaki aspal
demi mata cekungmu
agar bisa menatap hari
demi tiap hembus arti hidup
sebutir sisa nasi asupan energimu

aku rela berpuasa agar kau kenyang
aku rela tak makan agar kau melahap
sebungkus, raupku suapin
tak berlauk pun lahap kau santap

istrahatlah pada istana kolongmu
selimut hangat koran bekas melapuk
pejamkan mata doa terpanjat



____________________
-Jakarta; 28 -01- 2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 5, 2010.

2 Tanggapan to “BOCAH KOLONG”

  1. suatu saat nanti coretlah kepongahan
    dibalik raksasa kubus menjulang itu…
    cukup kemarin dan saat ini
    tidak untuk esok, nak…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: