RINTIHAN ANAK KAKI LANGIT


RINTIHAN ANAK KAKI LANGIT


mungkin sempat aku ditimang jepit ketiak ibu
merengek kulumi putingnya bila dahaga
dan meratap rengek didekap belahan dadanya

entah;
ketika aku memilih pinangan alam yang merenggut keperawananku,
kau hanya pasrah dan berlalu, menghelaku pada cambuk ayah
tiada tiang pancang genggaman
tiada bibir menyela lerai
mengapa ?

biarlah;
aku menyusu curah aircomberan talang langit
mengais nasi dan menakarnya untuk esok
merayap hening isak diantara dengkuran bibirjalang
hingga tersisihkan sengat digilas ratapan malam
merintih mematuk kutuki diri
sendiri !
tiada semua..

samarsamar bebayang garis dahimu
kian bergelantung diusia renta
rinduku;
belaian diubun kepala
nirwana ditelapak kakimu
dan tanak nasi ditungku dapur itu.

ibu, masih sudikah
puting yang bersembunyi dibalik keriputmu menerimaku lagi ?
sebelum kabar angin beraromakan tanah merah membisikku





________________________
-Jakarta Barat; 10-06-2010-
JZ



hampir 11tahun aku tak bersua dengan beliau, rindu selalu kupahat diujung tinta untuk sekedar mengingat rupa itu, dan bila atas kehendakNYA tiada bersua lagi akupun ikhlas.. asal jangan KAU hentikan jemariku terus mengukir segala penat, tangis dan bahagia miliknya. karena hanya ini yang bisa aku persembahkan sebagai balas bakti yang masih penuh noda..

Salam

~ oleh ranahaksara pada Juli 4, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: