Menjerang Liur
















aku menjerang liur
uapnya menetesi kertas selebaran pemilihan
mengoyak kata, aku tadah nyinyir

aku menjerang liur
hanya seperempat teko agar lekas bersiul
nyaring memekak namun sumbang pecah

aku menjerang liur
terseduh kopi hitam suasana larut
ampas mengendap, janji itu masih pekat

aku menjerang liur
tak sadar gelas retak, pecah
di luar aku meludah

aku belajar mengeja mulut para petinggi
yang menjerang airmata karena liur mengering



___________________
-Jakarta; 05-07-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 4, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: