Sebatang Seputung Mengabu [intermezo]


SEBATANG – SEPUNTUNG – MENGABU



dari ujung menuju penghujung
dari bara hingga tinggal mengabu
daya hisap aku larikkan sensualkan diri
aku jepit manja diantara jemari

sebatang hingga berbatangbatang
batangbatang menjadi puntung
puntungan sampah mengabu asbak

banyak ungkapan;
tarik mang; emang sambil narik becak
dasar cuduk (cucu dukun); bisanya kopi ama ngrokok
lokomotif; biarin..hitamhitam banyak yang ngantre
mulut asbak; lah asbak ada mulutnya? bau kale
racun dihisap; asap mungkin
uang dibakar; ini rokok
entah apalagi julukan sanjungan untuk kesetiaan ini
peduli setan lewat asal bibir berasap

ada kehidupan juga akan ada kematian
kekuatan pun berangsur-angsur melemah

hebatnya
setelah mengalami pesakitan baru menyadari betapa mahalnya kesehatan

tragisnya
bertahun-tahun menimbun harta dalam sehari lunas biaya pesakitan

konyolnya
untuk yang perokok berat uang dibakar
asap racun terhisap merasakan nikmat

bodohnya
aku adalah perokok berat
dan aku menulis ini sedang merokok pula.

sial !!

masabodoh dengan semua
takdir kehidupan kuasaNYA
aku menikmati segala anugerahNYA
lebih baik tulikan gagukan yang haram














___________________
-Jakarta; 05-06-2010-
JM

~ oleh ranahaksara pada Juli 3, 2010.

2 Tanggapan to “Sebatang Seputung Mengabu [intermezo]”

  1. Klooooppp…. Aku membaca tulisan ini juga sambil merokok…
    😀 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: