Kutang Pancara

KUTANG PANCARA


kutunggu engkau di pancara
melewati sungai konaweha
perempuan pasir menyimpan pokea di kutangnya
jangan takut tenggelam
kita buka dengan kancing baju
agar keringatmu menderas

sudah lama mengail dakimu apung
tapi tak pernah tenggelam lelah
belum bisa mengeja titahmu tatih
padahal kau memanggilku lelaki air
setelah menyelam dalam tangis anakmu
apakah aku mirip perempuan batu menangis?

kutunggu engkau di pancara
menjadi bilalmu
dan dayung masa tuamu
apakah engkau akan datang kutangku?

kutang yang engkau titipkan padaku
sudah kupenuhi beras
kau tak perlu memelas
dua tiga lelaki mendayung tubuhmu

Laosu, 2010
Adhy Rical, 04, 02

pancara: rakit kayu
pokea: kerang sungai


: salahsatu puisi dari sahabat yang sangat aku suka.

Dan ada beberapa ulasan dari para sahabat dan guru kami;
Kajian Puisi Oleh Awan Hitam
Bedah Puisi Oleh Heru Sylvanata
Bahasa – Kasus Puisi Penyair Oleh Hudan Hidayat


semoga bermanfaat
thanks u sobatku
salam

~ oleh ranahaksara pada Juni 26, 2010.

2 Tanggapan to “Kutang Pancara”

  1. Ada teriakan, makian, cacian saling bersahutan, saling berharap menjadi suara penghias kelam

  2. banyak makna yang tersimpan didalamnya say…

    thanks u
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: